Senin, 24 Oktober 2011

PERUMPAMAAN ANAK YANG HILANG

Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.(11) Yesus berkata lagi, "Adalah seorang bapak yang mempunyai dua anak laki-laki.(11) And He said, There was a certain man who had two sons;
(12) Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.(12) Yang bungsu berkata kepadanya, 'Ayah, berilah kepadaku sekarang ini bagianku dari kekayaan kita.' Maka ayahnya membagi kekayaannya itu antara kedua anaknya.(12) And the younger of them said to his father, Father, give me the part of the property that falls [to me]. And he divided the estate between them.
(13) Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.(13) Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual bagian warisannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan uangnya dengan hidup berfoya-foya.(13) And not many days after that, the younger son gathered up all that he had and journeyed into a distant country, and there he wasted his fortune in reckless and loose [from restraint] living.
(14) Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.(14) Ketika uangnya sudah habis semua, terjadilah di negeri itu suatu kelaparan yang besar, sehingga ia mulai melarat.(14) And when he had spent all he had, a mighty famine came upon that country, and he began to fall behind and be in want.
(15) Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.(15) Lalu ia pergi bekerja pada seorang penduduk di situ, yang menyuruh dia ke ladang menjaga babinya.(15) So he went and forced (glued) himself upon one of the citizens of that country, who sent him into his fields to feed hogs.
(16) Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.(16) Ia begitu lapar sehingga ingin mengisi perutnya dengan makanan babi-babi itu. Walaupun ia begitu lapar, tidak seorang pun memberi makanan kepadanya.(16) And he would gladly have fed on and filled his belly with the carob pods that the hogs were eating, but [they could not satisfy his hunger and] nobody gave him anything [better].
(17) Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.(17) Akhirnya ia sadar dan berkata, 'Orang-orang yang bekerja pada ayahku berlimpah-limpah makanannya, dan aku di sini hampir mati kelaparan!(17) Then when he came to himself, he said, How many hired servants of my father have enough food, and [even food] to spare, but I am perishing (dying) here of hunger!
(18) Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,(18) Aku akan berangkat dan pergi kepada ayahku, dan berkata kepadanya: Ayah, aku sudah berdosa terhadap Allah dan terhadap Ayah.(18) I will get up and go to my father, and I will say to him, Father, I have sinned against heaven and in your sight.
(19) aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.(19) Tidak layak lagi aku disebut anak Ayah. Anggaplah aku seorang pekerja Ayah.'(19) I am no longer worthy to be called your son; [just] make me like one of your hired servants.
(20) Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.(20) Maka berangkatlah ia pulang kepada ayahnya. Masih jauh dari rumah, ia sudah dilihat oleh ayahnya. Dengan sangat terharu ayahnya lari menemuinya, lalu memeluk dan menciumnya.(20) So he got up and came to his [own] father. But while he was still a long way off, his father saw him and was moved with pity and tenderness [for him]; and he ran and embraced him and kissed him [ fervently].
(21) Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.(21) Ayah,' kata anak itu, 'aku sudah berdosa terhadap Allah dan terhadap Ayah. Tidak layak lagi aku disebut anak Ayah.'(21) And the son said to him, Father, I have sinned against heaven and in your sight; I am no longer worthy to be called your son [I no longer deserve to be recognized as a son of yours]!
(22) Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.(22) Tetapi ayahnya memanggil pelayan-pelayannya dan berkata, 'Cepat! Ambillah pakaian yang paling bagus, dan pakaikanlah kepadanya. Kenakanlah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya.(22) But the father said to his bond servants, Bring quickly the best robe (the festive robe of honor) and put it on him; and give him a ring for his hand and sandals for his feet.
(23) Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.(23) Sesudah itu ambillah anak sapi yang gemuk dan sembelihlah. Kita akan makan dan bersukaria.(23) And bring out that [wheat-]fattened calf and kill it; and let us revel and feast and be happy and make merry,
(24) Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.(24) Sebab anakku ini sudah mati, sekarang hidup lagi; ia sudah hilang, sekarang ditemukan kembali.' Lalu mulailah mereka berpesta.(24) Because this my son was dead and is alive again; he was lost and is found! And they began to revel and feast and make merry.
(25) Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.(25) Sementara itu, anak yang sulung ada di ladang. Ketika ia pulang dan sampai di dekat rumah, ia mendengar suara musik dan tari-tarian.(25) But his older son was in the field; and as he returned and came near the house, he heard music and dancing.
(26) Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.(26) Ia memanggil salah seorang dari pelayan-pelayannya, lalu bertanya, 'Ada apa ini di rumah?'(26) And having called one of the servant [boys] to him, he began to ask what this meant.
(27) Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.(27) Pelayan itu menjawab, 'Adik Tuan kembali! Dan ayah Tuan sudah menyuruh menyembelih anak sapi yang gemuk, sebab ia sudah mendapat kembali anaknya dalam keadaan selamat!'(27) And he said to him, Your brother has come, and your father has killed that [wheat-]fattened calf, because he has received him back safe and well.
(28) Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.(28) Anak yang sulung itu marah sekali sehingga ia tidak mau masuk ke rumah. Lalu ayahnya keluar dan membujuk dia masuk.(28) But [the elder brother] was angry [with deep-seated wrath] and resolved not to go in. Then his father came out and began to plead with him,
(29) Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.(29) Tetapi ia berkata, 'Bertahun-tahun lamanya aku bekerja mati-matian untuk Ayah. Tidak pernah aku membantah perintah Ayah. Dan apakah yang Ayah berikan kepadaku? Seekor kambing pun belum pernah Ayah berikan untuk aku berpesta dengan kawan-kawanku!(29) But he answered his father, Look! These many years I have served you, and I have never disobeyed your command. Yet you never gave me [so much as] a [little] kid, that I might revel and feast and be happy and make merry with my friends;
(30) Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.(30) Anak Ayah itu sudah menghabiskan kekayaan Ayah dengan perempuan pelacur, tetapi begitu ia kembali, Ayah menyembelih anak sapi yang gemuk untuk dia!'(30) But when this son of yours arrived, who has devoured your estate with immoral women, you have killed for him that [wheat-] fattened calf!
(31) Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.(31) Anakku,' jawab ayahnya, 'engkau selalu ada di sini dengan aku. Semua yang kumiliki adalah milikmu juga.(31) And the father said to him, Son, you are always with me, and all that is mine is yours.
(32) Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."(32) Tetapi kita harus berpesta dan bergembira, sebab adikmu itu sudah mati, tetapi sekarang hidup lagi; ia sudah hilang, tetapi sekarang telah ditemukan kembali.'"(32) But it was fitting to make merry, to revel and feast and rejoice, for this brother of yours was dead and is alive again! He was lost and is found!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya