Rabu, 03 Agustus 2011

Open Mind




BUNGA SANG KAISAR

Pada suatu waktu di Cina, hiduplah seorang pria muda, bernama Chang. Ia cerdas dan tulus. Lebih dari segalanya, ai mencintai bunga. Tak ada yang lebih menyenangkannya daripada melihat bunga Lilac, lily, dan peony, ketika mereka mekar di musim semi.
Dimusim dingin ia menanti-nantikan munculnya bunga Narcissus yang indah. Ia tidak bisa memilih sebuah bunga favorit, karna ia menyukai bunga Morning Glory dan Evening Glory, bunga delima dan bunga Peach, dan bunga Teratai yang mengapung dikolam. Ia menikmati bunga Mwar yang wangi, Seruni yang kokoh, dan Dahlia yang menakjubkan.
Chang mengagumi kaisar, karna ia pernah mendengar bahwa kaisar juga mencintai bunga dan mengawasi kebun indah ditaman istan. Sekarang kaisar sudah lanjut usia. Ia tidak mempunyai calon penggantinya. Selama bertahun-tahun ia memikirkan cara memilih seorang pria yang bisa diangkat sebagai kaisar berikunya.
Kemudian, suatu hari da awal musim semi, ketika ia berjalan-jalan di tamannya, ia mendapat gagasan yang sangat bagus. Hari berikutnya, kaisar mengumumkan pada semua pria muda dinegri itu, bahwa diakhir minggu ia akan memberikan biji-bijian, kepada siapapun yang ingin menanam bunga. Kaisar mengatakan, “siapapun yang menumbuhkan bunga terindah, yang dibawa ke hadapanku akan menjadi penggantiku.”
Ketika Chang mendengar berita itu, ia mengisi sebuah pot biru terang dengan lumut dan kompos, tanah subur dan pasir. Puas bahwa tanahnya subur dan lembab, ia membawa keistana. Disana ia berdiri dalam antrian bersama ratusan orang lain. Setiap pria muda memegang sebuah pot : ada yang besar, kecil, bulat, dan tinggi.
 Setiap orang menerima sebuah biji dari tangan kaisar sendiri. Cahang menekan biji itu kedalam tanah dipot, dan dengan berhati-hati menutupnya dengan kain tipis, untuk menjaga agar tetap hangat. Kemudian ia bergegas pulang.
Dirumah, Chang memelihara biji darai kaisar itu dengan pengabdian yang sama, seperti yang ia berikan ke semua tanamannya. Ia berhati-hati untuk tidak memberi terlalu banyak atau terlalu sedikit air. Pada saat yang tepat ia memberi pupuk, dan sangat berhati-hatibdalam melindunginya dari serangga, debu dan jamur, seperti pada semua tanaman yang lainnya.
Berbulan-bulan berlalu, tanaman lainnya telah menembus tanah dan mulai tumbuh. Tetapi Chang kecewa, karna tak ada tunas yang tumbuh dipot birunya. “ini aneh,” katanya, “mungkin biji ini tidak membutuhkan banyak matahari.” Jadi, ia memindahkan pot itu ke ruangan lain , tetapi juga tidak terjadi apapun. “Mungkin terlalu dingin,” katanya, dan ia memindahkan pot birunya keruangan yang lebih hangat. Masih juga tidak terjadi apapun.
Waktu untuk menghadap kaisar sudah mendekat, dan pot biru Chang masih kosong. Setiap kali memandanginya, ia dipenuhi rasa putus asa. “Apa yang salah?” pikirnya. Ia mengunjungi setiap ahli yang ia kenal, dan kepada setiap orang ia menceritakan kisah bjinya.
Merka semua mengelengkan kepala. Tak ada yang tau dimana letak kesalhannya. Beberapa oran menggatakan bahwa jelas ia tidak dimaksudkan untuk menjadi kaisar. Beberapa orang lainnya mengatakan ia harus menambah air, atau mengurangi pupuk. Beberapa orang lain mengatakan untk melupakn keinginanya menjadi kaisar. Tetapi orang tua Chang mendengarkan kekhawatiran anaknya dan hanya tersenyum.
“Jangan khawatir, nak. Kamu sudah melakukan hal yang terbaik,”kata ayahnya yang bijak, hanya itu yang dapat kau lakukan.” Orang mnceritakan kisah bijinya. Mereka semua menggelengkan kepala. Tak ada yang tau dimana letak kesalahannya. Beberapa orang mengatakan bahwa jelas ia tida ditakdirkan menjadi kaisar.
“Jangan khawatir, nak. Kamu sudah melakukan hal yang terbaik,”kata ayahnya yang bijak, hanya itu yang dapat kau lakukan.” ”Tetapi aku gagal,” keluh Chang ketika memandngi tanah kosong di potnya, “sudah waktunya untuk menemui kaisar, dan aku sudah mengecewakannya.”
“Katakan saja apa yang terjadi”, kata ayahnya, “kewajibanmua hanyalah mengatakan kebenaran.”
            Pada hari yang telah ditentukan beberapa waktu kemudian, dengan rasa putus asa karna kecewa, Chan berjalan keistana. Ketika itu air matanya mengalir dengan tiba-tiba. Karna didepannya lautan pria muda berdiri masing-masing memegang bunga yang indah daripada orang yang didepannya. Bunga-bunga Angrek yang anggun, bunga lili yang halus bunga Peony yang berwarna warni. Pemiliknya memeganginya dengan bangga. “lihat punyaku” teriak mereka sambil memegang tanamannya tinggi-tinggi, ketika kaisar berjalan melewati kerumunan. Ia menganguk senang sambil berlalu, memperhatikan bunga Bell, bunga forget me not, bunga foxglove, bunga dari setiap warna pelangi, dan bunga-bunga indah lainnya.
            Chang belum perna melihat pemandangan yang begitu indah, dan kesediahan menguap untuk sementara waktu ketika iamenghirup aroma khas dari setiap bunga-bunga dan mengagumi ukuran dan bentuk yang bervariasi dari unga-bunga itu.


            Akhirnya kaisar sampai dihadapan Chang. Chang membungkukkan kepalanya. “Dimana bungamu pria muda?” tanya kaisar. Chang melihat cahaya dimata kaisar yang membuatnya terkejut. “Baginda maafkan hamba telah mengecewakan baginda” kata Chang sedih.
            “hamba telah merawat biji yang baginda berikan. Tetapi seperti Baginda lihat, hamba tak mampu menumbuhkan bunga untuk baginda. Hamba berharap Baginda memaafkan hamba,” ucap Chang penuh kesedihan.
            Tetapi wajah kaisar bersinar dengan senyum yang lebih cerah, daripada semua bunga yang ada di sekelilingnya. “Kamulah penggantiku,” kata kaisar mengengam tangan Chang. Semua orang yang berada didalam istana terkejut mendengar hal tersebut. Tetapi baginda hamba satu-satunya orang yang telah gagal, kaisar mengelengkan kepalanya . “sebaliknya anak muda” jelasnya, “biar kamu tau, aku telah merebus biji-biji yang aku bagi kepada kalian”. Tidak satu pun biji-biji itu yang akan tumbuh. Tetapi semua orang muda lain begitu menginginkan kedudukanku sehingga mereka hanya ingin menyenangkan aku, denga keindahan bunga mereka, dengan demikian mereka berharap mendapatkan takhtaku. Mereka tidak perduli kejujuran, pada kebenaran. Hanya kamu yang telah membuktikan bahwa kamu adalah pemimpin yang layak! Dan begitulah akhirnya Chang menggantikan kedudukan kaisar cina.


                                                                                                                  Dikutip dari
KERYGMA Teenz.

Baca berulang-ulang kalian tau maksud dan tujuan dari OPEN MIND ini mudah”an kalian mendapat hikmahnya, apabila ada salah kata, saya minta maaf.

                                                                             Joleee :))
 
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya